Rabu, 29 Desember 2010

Nasihat untuk (Calon) Suami Muslim

Anda sebagai seorang pemimpin keluarga memiliki tanggung jawab yang besar untuk membawa keluarga Anda menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah. Keluarga yang harmonis adalah dambaan Anda dan keluarga Anda sebagai wadah untuk membentuk pribadi diri menghadapi kehidupan luas dan bekal untuk mendapatkan ridha Allah. Jika Anda di kehidupan ini berperan sebagai seorang suami, maka perluaslah pengetahuan Anda tentang agama dan asah kemampuan Anda untuk lebih terampil mengatur segala sesuatu. Insha Allah dari keluarga kecil Anda, Andalah sebagai panutan teladan seorang pemimpin. Bukalah pikiran Anda untuk mendapatkan wawasan yang memperkaya diri Anda menjadi lebih berkualitas, jangan bebal terhadap nasihat orang lain yang membangun. Berikut ini akan saya paparkan nasihat untuk Anda, insha Allah bermanfaat.
 Jika Anda seorang suami, jangan sekali-kali meninggalkan isteri dan anak-anak Anda saat akhir pekan tanpa kehadiran Anda sebagai kepala keluarga. Sebagian pemua pada akhir pekan biasanya berlibur bersama pemuda-pemuda lain yang sebaya, di mana pemuda itu ternyata sudah berkeluarga sehingga tega meninggalkan isteri dan anak-anaknya sendirian di rumah, dan dengan sabar mereka menunggu kapan kembalinya pemuda itu yang kini telah menjadi kepala keluarga.
 Sebagian pemuda ada yang memiliki sikap cekatan dan ringan tangan saat bersama dengan teman-temannya, namun bila dia sudah berada di rumah sifat-sifat tersebut berubah menjadi kasar dan jahat. Janganlah Anda menjadi seseorang yang memiliki dua wajah: satu sisi Anda menampakkan wajah lembut dan sopan saat bersama teman-teman Anda, sedang di sisi lain Anda menampakkan wajah cemberut saat bersama isteri dan anak-anak Anda. Terkadang Anda menjumpai seseorang yang disanjung orang banyak karena sifatnya yang mudah lapang dada, akhlaknya terpuji, dan menampakkan wajah yang ceria saat berkumpul dengan orang banyak. Akan tetapi, apabila sudah sampai di rumah, dia menyeringai seraya menampakkan sifat bengis, sehingga ketika dia berkumpul bersama keluarga dia menjadi pemarah dan tampak tolol. Maka sifat lembut itu berubah menjadi sifat kasar, dan wajah ceria menjadi cemberut!! Kini dia tidak sanggup lagi menanggung kebutuhan isterinya dan tidak sabar atas banyaknya permintaan anaknya. Jika isterinnya berbuat salah, dia akan berteriak marah di hadapan isterinya. Jika isterinya bertindak benar, dia akan mencari-cari aib isterinya. Jika anaknya banyak permintaan, dia tak segan-segan memukulnya. Jika anaknya melawan, dia akan mengusirnya!! Pada akhirnya, isteri dan anak-anaknya senang bila dia, sebagai seorang ayah pergi meninggalkan rumahnya. Dengan begitu, keadaan mulai tenteram kembali, jiwa terasa tenang, dan hati terasa lapang.
 Sebagian pemuda ada yang sangat royal terhadap teman-temannya. Akan tetapi, ketika sudah berada di rumah, dia pelit sekali. Dia enggan mengeluarkan uang untuk kebutuhan rumah tangganya yang semestinya sudah menjadi kewajibannya. Dia amat pelit dan kikir, serta tidak ada perhatian sama sekali terhadap isteri dan anak-anaknya. Adapun terhadap teman-temannya dia sangat murah hati dan royal sekali. Sejak beberapa tahun dia tidak pernah memberikan hadiah kepada isterinya. Bahkan tersenyum pun dia tidak pernah, padahal senyuman merupakan hadiah paling berharga buat hati dan kebahagiaan isterinya. Setiap kali isteri berada di sisinya, dia melukai perasaan isterinya dengan ucapan-ucapan yang menyakitkan atau mengorek aibnya. Bahkan masakan pun dijadikan alas an untuk mencela isterinya, ketika dia merasakan ada kekurangan dalam masakan itu!! Jika isteri Anda hendak berdoa kepada Allah maka jangan halang-halangi atau mempersulit dia, bahkan semestinya Anda berada di sampingnya. Lebih dari itu, Anda mesti memberikan hak-hak Anda demi kebaikan dan pengetahuan isteri Anda! Hendaklah setiap hari Anda mengkalkulasi pahala yang Anda peroleh dari Allah. Bahaya apa yang bakal menimpa Anda seandainya Anda mengorbankan persoalan kecil mengenai urusan rumah atau makanan Anda, kemudian Anda beralih mengajari isteri Anda membaca Al Quran, atau memberi pelajaran kepadanya tentang agama dan akhlak. Maka yang terjadi adalah Anda telah turut andil mendidik isteri Anda menjadi ibu yang shalehah.
 Jangan sekali-kali Anda menghina isteri Anda. Karena sesungguhnya setiap hinaan yang ditujukan kepadanya akan membekas di hati dan akalnya. Adapun penghinaan paling besar yang membuat isteri Anda tidak akan mau mengampuni Anda baik dengan hati maupun lisan adalah, ketika Anda emosi lalu memukul dirinya, atau Anda mencacinya, atau Anda menghina ayah dan ibunya di hadapannya.
 Jika Anda mempergauli isteri Anda dengan sebaik-baiknya pergaulan, niscaya dia akan berbuat baik kepada Anda. Tunjukkan sikap bahwa Anda lebih mengutamakan dirinya ketimbang diri Anda sendiri. Anda senantiasa berusaha membuat dirinya selalu bahagia, memperhatikan kesehatannya, rela berkorban demi dirinya terutama di saat dia sedang sakit. Misalnya, membantu dengan segenap kemampuan yang Anda miliki.
 Hendaklah Anda bersikap lurus dalam hidup Anda, maka isteri Anda akan mengikuti sikap Anda. Dalam sebuah atsar dikatakan, “Hendaklah kalian menjaga diri dari perbuatan dosa, niscaya isteri kalian akan menjaga dirinya dari perbuatan dosa” (HR. Al-Thabarani). Hati-hati jangan menuruti pandangan Anda pada perkara haram, baik ketika sedang berada di jalan maupun di depan televisi. Alangkah buruknya setiap acara yang menyangkut problematika hubungan suami isteri ditayangkan di televisi!
 Hati-hati jangan sampai Anda membangkitkan kecemburuan hati isteri Anda, dimana ketika sedang bicara berdua Anda mengungkapkan keinginan Anda untuk menikah lagi, atau Anda sedang mengagumi seorang perempuan. Karena hal itu akan menyakiti lubuk hati isteri Anda yang paling dalam. Sehingga dirinya akan terombang-ambing karena perasaan khawatir, kecewa dan penuh prasangka. Perasaan seperti itu dapat mempengaruhi kondisi fisik, sehingga membuat pusing dan menimbulkan penyakit lain. Jika demikian, suami akan sibuk mengurus isterinya untuk mencarikan dokter!
 Hendaklah Anda bersyukur jika isteri Anda memiliki sifat-sifat terpuji. Berapa banyak seorang laki-laki yang bertambah ketaatannya dalam beragama karena melihat isterinya yang berpegang teguh pada agama dan akhlak, yang mana kesemuanya itu tercermin dalam setiap perilakunya yang mulia.
 Hendaklah Anda bersikap tenang dan jangan mudah marah. Sifat pemarah dapat menyulut pertikaian. Jika Anda berbuat salah terhadap isteri Anda, menghindarlah darinya. Jangan Anda lantas pergi tidur dalam keadaan sedang marah, sebab melihat keadaan Anda seperti itu isteri Anda akan bersedih hati dan menangis. Coba Anda renungkan, sesungguhnya yang membuat Anda marah di setiap saat adalah karena urusan sepele yang seyogyanya tidak memperkeruh hubungan Anda dengan isteri Anda, bahakan urusan sepele itu tidak perlu ditanggapi dengan luapan emosi. Mintalah Anda kepada Allah agar terhindar dari tipu daya setan. Redamlah sifat memberontak Anda. Ingatlah, sesungguhnya antara Anda dan isteri Anda terdapat ikatan kasih sayang yang tak ternilai meskipun sejenak Anda menodainya dengan sifat emosi.
 Pujilah isteri Anda ketika mengerjakan suatu perbuatan yang memang layak mendapat pujian. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Al-Tirmidzi).
 Hendaklah Anda mendengarkan dengan seksama perkataan isteri Anda. Sebab perhatian Anda diperlukan untuk menghapus penderitaan dan tekanan yang menghimpit dirinya, serta dapat menghindari sifat marah dan bohong. Namun banyak juga perempuan kalau sedang bicara tidak mau berhenti, atau dia malah membenarkan perkataannya ketika mencela keluarga atau kerabat Anda. Jika demikian yang terjadi, maka hikmah dan tutur kata yang baik diperlukan saat bergaul dengan isteri Anda.
 Hati-hati dengan hubungan antar sesama orang lain yang tidak diperkenankan oleh agama. Sering kali kehancuran rumah tangga dipicu oleh hubungan terlarang tersebut.
 Hendaklah cinta Anda tidak berat sebelah antara isteri Anda, kedua orangtua Anda, dan keluarga Anda. Cinta Anda tidak boleh melebih-lebihkan satu di antara lainnya. Cinta tidak boleh berkuasa hanya karena pertimbangan cinta kepada orang lain. Maka berikan setiap hak Anda kepada orang yang berhak menerimanya secara baik-baik, serta bersikaplah yang adil dan lurus. Karena itulah Anda jangan sampai lupa berkunjung kepada keluarga isteri Anda, dan jalinlah hubungan yang baik di antara mereka.
 Terhadap isteri Anda, hendaklah Anda benar-benar mencintainya dalam setiap sendi kehidupan. Jika demikian adanya, isteri Anda akan mencintai Anda, sebagaimana cinta Anda kepadanya. Ibnu Abbas berkata, “Sungguh aku akan merasa senang bila aku berhias lalu kupersembahkan kepada isteriku. Begitu pula, aku akan merasa senang bila isteriku berhias lalu mempersembahkannya kepadaku.” Berilah isteri Anda sedikit kesenangan yang layak ketika sedang berada di luar rumah, seperti suasana baru yang berbeda seperti biasanya. Hal ini perlu dilakukan terutama saat dia belum punya momongan, karena setelah itu dia akan sibuk mengurusi momongannya.
 Hendaklah Anda menundukkan pandangan sehingga tidak mencela kekurangan yang ada pada isteri Anda. Usahakan Anda selalu menyebut-nyebut kebaikan dan kemuliaan dirinya sehingga kekurangannya bisa ditutupi. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah, “Hendaklah seorang laki-laki yang beriman (suami) tidak marah terhadap seorang perempuan yang beriman (istri). Jika seorang suami tidak senang terhadap sikap isterinya, hendaklah dia tetap mencintai isterinya karena satu hal yang lain.”
 Hendaklah Anda mendengarkan kritik isteri Anda dengan dada yang lapang. Sesungguhnya Rasulullah sering meminta pertimbangan pendapat kepada isteri-isterinya, dan dia tidak pernah marah kepada mereka.
 Hendaklah Anda bersikap baik kepada isteri dan anak-anak Anda. Sebab Rasulullah telah bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah sikap baik kalian yang ditujukan kepada keluarga.” (HR. Al-Tirmidzi). Jika Anda berbuat baik kepada mereka (isteri dan anak-anak Anda), maka mereka pun akan berbuat baik kepada Anda. Lebih dari itu, mereka akan mengganti kehidupan Anda yang sempit dengan kehidupan yang lapang dan penuh kebahagiaan. Hindari sifat pelit kepada isteri Anda, diri Anda, dan anak-anak Anda. Berilah nafkah yang layak untuk mereka, karena harta yang Anda berikan kepada keluarga Anda terhitung sedekah. Rasulullah bersabda, “Sebaik-baiknya uang adalah uang yang kamu berikan kepada keluargamu.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar